Tahun 2008 telah berlalu dan lembaran tahun 2009 telah dibuka. Lembaran - lembaran ditahun 2008 baik lembaran yang manis bertabur gula - gula kehidupan ataupun yang pahit telah ditutup dan menjadi bagian dari kenangan yang akan tetap tersimpan dengan rapi dalam lemari memory.
Sepanjang 2008 banyak ujian yang kuhadapi sebagai pertanda Tuhan masih ingat kepadaku. Mulai dari ujian yang kecil sampai ujian yang besar. Ujian - ujian yang besar terjadi di bulan Februari - April, Agustus - November. Walaupun saat menjalani ujian itu terasa berat, tapi buahnya terasa manis, ujian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagiku. Ujian yang terasa paling berat terjadi dibulan Agustus - September karena berkaitan dengan anggota keluargaku, my biggest concern in my life. Wlopun begitu berat ujian itu, aq merasakan tangan Tuhan ga pernah lepas dariku, Dia tidak membiarkanku jatuh tanpa bisa bangkit lagi. Aq rasakan betapa Sang Maha Pengasih selalu mendampingiku dan perlahan tapi pasti dibukakan mata kesadaranku oleh Sang Maha Besar Allah yang dengan keajaiban - keajaibannya menolongku dari bangkit disaat aq sempat terpuruk dan dibutakan oleh masalah yang menerpa dan merasa ga ada jalan keluar, betapa gelapnya hidupku dan masa depanku.
Ada kalanya di masa - masa tertentu hidupku terasa datar, hanya menjalani rutinitas. Disela - sela itu juga ada masa - masa manis. Tahun 2008 ini ditutup dengan rencana bahagia salah satu adikku untuk mengkhiri masa lajangnya ditahun 2009.
Yang masih tersisa dari tahun 2008 dan terbawa untuk tahun 2009, misteri tentang temanku dan anggota keluargaku yang belum juga terpecahkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar