Minggu, 29 Agustus 2010

Bali-Giltra agustus 2010

Suasana di Pelabuhan Nusa Dua Bali


Mahi - Mahi Fast Boat, sarana transportasi dari Giltra ke Bali


Senja di Giltra, Lombok

Suasana sore di Giltra, Lombok


Deburan Ombak Tanah Lot

Tanah Lot


Penyu muda di penangkaran di Pulau Penyu



Pintu gerbang Pura Tirta Empul


di Tirta Empul


Kintamani


Goa Gajah


Tari Barong


Tari Barong


Tari Barong

Selasa, 20 April 2010

Vietnam trip januari 2010

trekking di lao cai
di air terjun di lao cai dengan tour guide
Di Love Market
Di depan transportasi vietnam open tour
Di sleeper train menuju Sapa
Di west Lake Old Quarter Hanoi
Di depan resto tuk makan siang sejenak sebelum kembali ke Hanoi
Ber kayak ria

Rabu, 10 Februari 2010

Bandung - Bangkok

Loket masuk ke Grand Palace

Jajanan di depan Taman Grand Palace

Pembuatan air tebu

Suasana di Floating Market

Di Damnoensaduak

Bus No 78 Southern Terminal - Damnoen

8 Januari 2010

Bangun jam 3 pagi, masak tuk sarapan ,mandi & j.4.30 trus berangkat diantar my youngest brother ke cipaganti travel. Jam 5 berangkat, berhenti sebentar di rest area cikampek & aq banyak minum. Yg terjadi kemudian jadilah aq 1/2 hidup nahan keinginan buang air kecil. Sampai di cengkareng kakiku ga kuat nahan & akhirnya bisa buang air kecil dgn lega. Setelah nunggu beberapa waktu di area ruang tunggu keberangkatan internasional, sekitar j. 9.20 aq check in. Berhubung di money changer di bandung yang aq datangin pada kosong, berarti harus berburu Baht di bandara. di bandara juga setali tiga uang, dari sekian banyak money changer, rata - rata pada kosong. Akhirnya nemu satu money changer yang masih sedia Baht dan rate nya mahalnya ampun deh, di money changer 1THB = 278 di bandara = 310, ntah knp THB sedikit bgt, lagi banyak yang liburan kali ya. J.10.30 masuk ke waiting lounge j. 10.50 boarding. J. 11.30 berangkat. Kebagian duduk di kursi no.11A, di sebelah orang indonesia yang mo liburan ke phuket.

Mendarat di Phuket dalam keadaan kelaparan, pengen banget makan nasi ( dasar perut orang Indonesia) meni susah nyari nasi. Setelah naik turun & mondar - mandir sana sini di bandara International Phuket, nemulah resto yang jual nasi. Dgn B95 dpt nasi ma ayam grilled. Beres makan keliling sekitar terminal. Sekitar j. 17.00 check in. Setelah menanti akhirnya boarding jg j. 18.50. Berangkat dr bangkok j. 19.00 nyampe j. 20.00. Nungguin bagasi lama bgt beres dengan urusan bagasi j. 21an. Ga dpt bus taxi pun jadi wlo hrs merogoh B400, langsung menuju YHA downtown Bangkok di silom road, tempatku menginap selama 2 malam. Nyampe di hostel sekitar j. 21.30 langsung check in. Beres ngurusin barang langsung berangkat ke McD silom road, ketemu dengan teman seperjalananku Edi yang dateng dari Denpasar dan udah 1 malam di Bangkok. Bertukar cerita sejenak tentang perjalanan masing - masing menuju Bangkok dan rencana untuk besok. Sekitar j. 23, edi pulang ke Take a Nap dan aq balik ke YHA.



9 Januari 2010


What a great day and tired too. Bangun j. 5 pagi, mandi, beberes dan nunggu edi di depan hostel sampai j.6.30. Tujuan pagi ini ke Floating Market di Damnoensaduak. Menurut pegawai hotel take a nap tempat edi tinggal menuju ke Damnoen bisa naik bus no 40 ke Southern Terminal, tempat bis menuju Damnoen mangkal. 2x naik bus 40 dr dua arah berbeda tetep aja salah, bukan menuju Damnoen. Aq dan edi bingung dengan bus yang berseliweran di Thailand, pada pake tulisan Thailand, ga pake tulisan latin. Terakhir di suruh naik bus 507 ga ketemu juga sementara waktu semakin siang diputuskan naik taxi ke southern bus terminal di pinggiran bangkok dengan biaya B125, waaaahhh, kirain mahal ternyata...padahal kaki dah pegel, keringatan nyari bus yang tak kunjung kelihatan. Di terminal langsung naik bus no 78 yg udah terisi 1/2 menuju floating market, Biaya B 64 per orang dan bis nya AC dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Nyampe di Damnoen debat sedikit soal harga dgn kesepakatan akhir B300. Keliling sekitar 1 jam, banyak kemacetan karena sebagian besar jalur sungainya kecil. Ngobrol dengan Edi, klo di Indonesia juga banyak sungai yang bisa dimanfaatkan untuk wisata sungai tapi ga di eksplore, malah jadi tempat pembuangan sampah. Mampir di salah satu toko cinderemata dan menikmati air tebu sebagai minuman selamat datang. Sempat beli lumpia & cenderamata sampan & lengkeng juga. Sekitar jam 12 kembali ke Bangkok dan sempat di oper ke bus lain. Selama di bus sempat tidur tuk recharge tenaga. Bus pulang lebih lambat dan di bangkok ga sampai ke terminal turun di tepi jalan krn belokannya menuju terminal ternyata jauh banget. Di lanjutkan naik bus 507 dgn biaya B11 turun di grand palace. Foto - foto sebentar di taman depan grand palace, dan melihat begitu banyak jajanan tertarik tuk menikmati jajanan sejenis bihun di campur dgn kuah ikan dan beberapa jenis sayuran. Lanjut dgn es krim 4 rasa dgn macam - macam toping, kupilih nata de coco & buah sejenis labu. Masuk bentar ke pekarangan grand palace. Masuk ke sana harus dgn celana panjang & baju berlengan. Ga masuk krn kami nyampe j. 15.30 sementara tutupnya j. 16.00 dgn biaya 350B. Jadi foto aja dan perjalanan berlanjut ke wat po. Kagum aq dengan arsitektur & detail yg hebat dgn mayoritas warna emas. Di Watpo juga menikmati dan foto dekat Sleeping Budha. Dalam perjalanan kesana sempat ada calo yg bilang wat Pho sudah tutup padahal buka sampai j. 18. Untung aja edi pernah baca soal ini, jd perjalanan bisa di lanjutkan. Sebenarnya msk ke wat bayar tuk orang asing,tp karena kemiripan wajah, kami masuk lewat pintu orang lokal. Dari Wat Pho kami naik kapal mengarungi sungai Chao Praya dan menikmati sunset. Selanjutnya jalan ke pasar yg jual barang - barang china di bawah BTS. Banyak makanan, tapi karena ga tau ada bak nya ato ngga jadi ga beli, cuma sempat ngerasain sejenis cendol seharga 10B, wlo udah lapar. Lanjut naik BTS ke Silom stasiun menuju Siam Paragon. Ngakalin gate nya tuk dapatin pass BTS seharga 40B, buat jadi kenang - kenangan. Makan di KFC yg rame banget, tempat kudu rebutan. Harga sepaket 79B. Trus foto2 di depan hiasan natal di dlm mall lanjut foto - foto di luar. Jalan ke suanlum night market sekitar 1 km dr siam paragon. Di Suanlum beli syal silk dan gembok hello kitty. Puas liat - liat pulang ke hotel naik MRT. Pisah di stasiun, edi ke take a nap di rama road aq ke yha downtown di silom. Ngepak dulu soalnya besok kudu berangkat j. 4.30 k airport, lanjut dengan mandi dan tidur.

Selasa, 25 Agustus 2009

Surat Dari Kekasih

SURAT DARI KEKASIH

Untukmu yang selalu Kucintai,

Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu, bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang
indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu....
Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja...
Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekat mu.

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk...

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berfikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau
berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan
semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk
untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
sedikitpun menyapaKu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu
dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan,
tetapi engkau tidak melakukannya.....

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan
Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu,
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV.
Aku tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak,
hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-
waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati
makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu
dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.

Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin
engkau masih belum menyedari bahawa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu,
ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah..... engkau bangun kembali dan kembali Aku
menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan
memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu...

Tapi yang Kutunggu ... ah tak juga kau menyapaKu.
Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi
kau masih tidak mempedulikan Aku.

Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada
pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU....

Apakah salahKu padamu ...? Rezeki yang Kulimpahkan,
kesehatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan
yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukurniakan,
kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon
perlindunganKu, bersujud menghadapKu ... Kembali kepadaKu.

Yang selalu bersamamu setiap saat,
Tuhanmu....

:+: Khalil Gibran :+:

Selasa, 20 Januari 2009

A Journey to Bogor










Senangnya, akhirnya nyampe juga di Bandung wlo dengan wajah lelah, tapi hati senang
















Cecentilan di depan kolam teratai raksasa di KRB














Rasa lapar yang mendera sambil menanti nasi timbel di De leuit








Memanfaatkan longweekend di Bulan Januari dari tanggal 24 Januari - 26 Januari, daku ditemani oleh kolega kerja yang terdiri dari Kak Selvy, Bu Rina, Bu Citra sepakat tuk ke Bogor.

Sabtu, 24 Januari 2009: Berangkat dari Leuwi Panjang naik bis sekitar jam 14.30 WIB, dengan ongkos Rp. 40.000, diangkut oleh bis MGI. Nyampe di Bogor sekitar jam 17.00. Nyampe di Bogor disambut hujan, sempat bingung juga arah kemana nih ke penginapan. Setelah mendapatkan penerangan yang secukupnya, akhirnya naik angkot 09 dari Baranangsiang, nyampe juga di Raja inn di daerah Warung Jambu. Milih kamar yang family room di pojokan dengan room rate Rp. 150.000/malam bayar utk 2 malam. Nyampe di kamar, letakin barang langsung berangkat hunting makan malam yang berakhir di warung tenda seafood. Mesan kepiting saos tiram, udang asam manis, bawal saos padang. Semuanya uenak..uenak.. Ga tau kenapa disana ada yang ngeliatin banget, apa qta - qta dikirain selebritis yang norce yah.

Beres makan, langkah dilanjutkan menuju Ramayana Jambu dua, liat - liat ada apa aja disana dan suasananya. Disana sampai toko tutup dan di usir dengan halus dengan cara jalan keluar ditutup sampe muter - muter nyati pintu keluar (jadi malu...)

Pulang dari Ramayana naik angkot 09 menuju penginapan. Mandi, ngobrol, akhirnya sekitar jam 12 pagi akhirnya ngatur 1 tempat tidur king size disusun untuk ditiduri empat orang. Jam 2 pagi akhirnya semua terbang ke dunia mimpi.

Minggu, 25 Januari 2009 : Baru pada bangun jam 9 pagi, meleset 1 jam dari rencana semula. Mulai antrian mandi, akhirnya selesai jam 11. Tujuan pertama ke roti Unyil Venus untuk beli sekedar ganjel perut. Setelah melalui antrian, sekitar 1 jam kemudian baru deh dapet roti yang diinginkan. Tiap kali kesini masih blom ada perubahan di Venus, masih aja tetap menjengkelkan. Perjalanan dilanjutkan ke Tajur, liat - liat, cari ganjelan perut lagi yang akhirnya pilihan jatuh ke Bakso di depan Donattelo. Lanjutkan lagi window shopping di sekitaran Tajur. Trus lanjut ke Kebun Raya Bogor. Menikmati es krim sebelum masuk ke Kebun Raya Bogor. Menikmati Kebun Raya Bogor lengkap dengan pose - pose di spot - spot tertentu. Beres dari Kebun Raya Bogor perut laper lagi, diputuskan menuju De Leuit. Perjalanan menuju De Leuit sungguh panjang berliku - liku, sampai muterin jalan yang sama sampai 3 x sampai akhirnya diputuskan pindah angkot dari angkot 01 ke 09. setelah 2 jam muter - muter akhirnya baru bisa makan sekitar jam 4 sore. Pada mesen yang simpel nasi timbel ala De Leuit. Seperti biasa narsis mode di on kan sebelum dan sesudah makan wlo muka lusuh. Beres makan lagi - lagi menuju Ramayana. Sedikit belanja - belanji, terus balik lagi ke Seafood yang kemaren disambangi, abis enak sih. Nyampe kamar mulai deh ngeributin lagi giliran mandi. Beres mandi ngobrol lagi, sampai jatuh tertidur.

Senin, 26 Januari 2009 : Bangun jam 8 pagi, langsung giliran mandi. jam 9 pagi langsung menuju Venus tuk berburu oleh - oleh. Gile bener, udah sepagi gini, dari antrian yang masih sepi sampai antrian semakin banyak, masih aja pelayannya nyuekin wlo udah bolak - balik dipanggil. Setelah 2 jam kepanasan ngantri akhirnya dapet juga. Naik angkot no 10 menuju Stasiun kereta Bogor. Dapet Kereta keberangkatan jam 10.57. Kereta sudah ada langsung naik menuju Gambir. Nyampe Gambir sekitar jam 12.00 siang. Langsung menuju loket penjualan tiket kereta Parahyangan kebagian jam 13.30 dengan biaya Rp. 40.000. Sementara menunggu makan siang dulu di Hoka - Hoka Bento Gambir. Beres makan sekitar jam 13 naik kereta Parahyangan, jam 13.30 kereta pun beranjak meninggalkan Jakarta. Jam 17.0o kaki pun menginjak daratan Bandung lagi.









Menikmati Bakso Tajur, hmmm... ga tau rasanya soalnya cuma ikutan icip - icip tiap mangkok. Piss ah..

Jumat, 02 Januari 2009

Flashback Akhir tahun 2008




Tahun 2008 telah berlalu dan lembaran tahun 2009 telah dibuka. Lembaran - lembaran ditahun 2008 baik lembaran yang manis bertabur gula - gula kehidupan ataupun yang pahit telah ditutup dan menjadi bagian dari kenangan yang akan tetap tersimpan dengan rapi dalam lemari memory.

Sepanjang 2008 banyak ujian yang kuhadapi sebagai pertanda Tuhan masih ingat kepadaku. Mulai dari ujian yang kecil sampai ujian yang besar. Ujian - ujian yang besar terjadi di bulan Februari - April, Agustus - November. Walaupun saat menjalani ujian itu terasa berat, tapi buahnya terasa manis, ujian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagiku. Ujian yang terasa paling berat terjadi dibulan Agustus - September karena berkaitan dengan anggota keluargaku, my biggest concern in my life. Wlopun begitu berat ujian itu, aq merasakan tangan Tuhan ga pernah lepas dariku, Dia tidak membiarkanku jatuh tanpa bisa bangkit lagi. Aq rasakan betapa Sang Maha Pengasih selalu mendampingiku dan perlahan tapi pasti dibukakan mata kesadaranku oleh Sang Maha Besar Allah yang dengan keajaiban - keajaibannya menolongku dari bangkit disaat aq sempat terpuruk dan dibutakan oleh masalah yang menerpa dan merasa ga ada jalan keluar, betapa gelapnya hidupku dan masa depanku.

Ada kalanya di masa - masa tertentu hidupku terasa datar, hanya menjalani rutinitas. Disela - sela itu juga ada masa - masa manis. Tahun 2008 ini ditutup dengan rencana bahagia salah satu adikku untuk mengkhiri masa lajangnya ditahun 2009.

Yang masih tersisa dari tahun 2008 dan terbawa untuk tahun 2009, misteri tentang temanku dan anggota keluargaku yang belum juga terpecahkan

Menikmati Akhir tahun 2008

Dari tanggal 26 des 08 - 31 Desember 08, aq dan keluargaku yang terdiri dari kedua orangtuaku, adikku Yos, dan Tante berangkat ke Solo.



26 Des 08 : Berangkat dari Bandung sekitar jam 8.30, lewat jalur selatan dengan jalur Bandung - Nagrek - Banjar - Yogya - Solo. Nyampe Solo sekitar jam 23.30 malam, langsung menuju penginapan di Jl. Slamet Riyadi. Fiuh..leganya setelah nyampe, mandi, tidur, hmmm nikmatnya setelah seharian dijalan.


27 Des 08 : Bangun jam 8 pagi, nikmatnya tidurku. beres cuci muka langsung turun ke resto tuk berburu sarapan. Nungguin sarapan nasi goreng aja lamanya amit - amit jabang baby nunggu mesen butuh waktu 45 menit, penantian sang nasi goreng butuh waktu 1 jam. Hotelnya penuh tapi miskin pegawai, disana - sini ada aja tamu yang komplain.






Di Keraton Surakarta : Ki - Ka; Koko Didit, Ceu Beti, Tante, My Bro Yos,Willy, yang paling depan diriku









Kebo Bule berusia 40 tahun yang sudah buta di kandang sekitar alun - alun keraton Surakarta









Di Solo Square sambil makan malam : Ki - Ka ; Tante, Aq, My mom




Sekitar j. 10 pagi sekeluarga berangkat k
e daerah Fajar Indah berkunjung ke keluarga yang berdomisili disana. Acara berlangsung dari jam 11 - 13, dari sana ngabring ke Rasa Mirasa, salah satu Resto yang menyediakan masakan Sunda. Beres makan langsung kembali ke hotel, mandi, langsung menuju kandang - kandang kebo bule (kebo albino) yang akan ikutan kirab di malam 1 suro. Kebo yang ada dikandang diantaranya berusia 37 tahun dan 40 tahun. Setelah puas melihat kebo - kebo bule berangkat lagi ke Laweyan Kampung Batik di Solo. Disana bisa lihat suasana Laweyan yang berkesan antiq karena bangunan yang ada mayoritas bangunan kuno, sambil menikmati koleksi batik yang ada disana. Ditemani oleh rintik - rintik hujan, panasnya kota solo sedikit berkurang. Seberes dari Laweyan lanjut ke Solo Square, salah satu mal yang ada di Solo. Setelah ngiter - ngiter mal, pulanglah menuju penginapan kembali, mandi dan berakhir di dunia istana kapuk.

28 Des 08: Belajar dari pengalaman kemaren, hari ini mandi dulu, setelahnya baru deh turun ke resto, lumayan ngurangi lamanya masa menunggu, dateng, nunggu 5 menit untuk order dan makanan datang sekitar 30 menit kemudian. Setelahnya langsung menuju keraton Surakarta, mengunjungi museumnya dan istananya yang lagi pada sibuk dengan persiapan 1 suro. Abis keliling keraton dengan perut laper, meluncur menuju Kumalasari. Disana makanannya murah meriah tapi porsinya dikit. Bagi yang biasa makan banyak sepertinya ga kan cukup mesen 1 hidangan, kudu mesen lagi..lagi..dan lagi..sampai kapasitas terpenuhi. Sekitar Jam 3 sore setelah mengenyangkan perut, meluncurlah menuju Yogyakarta. Nah sesampai di Yogya mulai lagi deh hunting penginapan yang sana - sini pada penuh. Pada akhirnya pencarian berakhir di salah satu penginapan di sekitar Jl. Parangtritis ga jauh dari malioboro pusat keramaian Yogya. Setelah beberes barang - barang dan mandi, berangkat menuju malioboro tuk mengisi perut yang keroncongan di salah satu resto cepat saji. Ngiterin Malioboro bentar yang penuh banget dengan para pengunjung, langsung pulang mengistirahatkan kaki - kaki dan tubuh yang lelah.

29 Des 08 : Setelah sarapan meluncurlah me and fam ke arah Magelang menuju salah satu warisan budaya yang ada disana yang dulu sempat dikenal sebagai salah satu keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur. Udah berkali - kali kesini, masih aja ngerasa kagum dengan arsitektur candi ini, tanpa teknologi canggih bangunan ini masih tetap berdiri tegak wlopun sudah banyak yang rusak sana - sini karena tangan - tangan jahil dan pemugaran sana - sini. Sekitar jam 4 sore kembali ke Yogya. Nyampe di Yogya ngiter - ngiter Malioboro lagi dan ngisi perut di lesehannya, sambil dihibur para pemusik jalanan alias pengamen. Beres makan kembali ke hotel.

30 Des 2008 : Hari ini tujuannya ke Sendang Sono salah satu tempat wisata ziarah religi di sekitar Muntilan. Berangkat sekitar j. 10 pagi, nyampe di Muntilan jam 11 lewat ngisi perut dulu di salahsatu tempat makan di Muntilan, makanannya enak dan murah meriah. Setelah perut full loaded, lanjut menuju Sendang Sono. Medannya lumayan berat, nanjak dan jalannya sempit, harus hati - hati dan bergantian. Sesampai disana jalankan niat semula BERDOA. Sepulang dari Sendang Sono ga jauh dari tempat doa, penduduk sekitar menjual durian lokal yang bisa dimakan di tempat. Kami memutuskan untuk berhenti dan menikmati durian. Rasanya lumayan enak dengan kisaran harga 15.000 - 80.000 tergantung besarnya durian. Puas menikmati durian perjalanan menuju Yogya dilanjutkan. Di yogya langsung menuju Mal Malioboro untuk pijat pijit sekedar relaksasi mengurangi kelelahan kaki dan tubuh. Trus mulai lagi deh nyari tempat untuk menikmati makan malam disekitar lesehan Malioboro. Trus hunting oleh - oleh untuk di bawa ke Bandung. Sepulangya langsung ngepak - ngepak barang, mandi dan tidur.

31 Des 2008 : Start berangkat jam 7.30 dari Yogya, kali ini diputuskan tuk lewat jalur Pantura. Mulai dari Yogya - Semarang - Batang - Pemalang -Tegal - Lohsari - Nagrek -Bandung. Menikmati makan siang di salah satu resto di Pemalang. Nyampe Bandung sekitar jam 21.30, ngisi perut dulu di daerah Lembang berbaur dengan keramaian jelang tutup tahun menyambut tahun baru sekitar Jam 23.00 turun ke Bandung, nyampe rumah jam 23.45. Bis mandi, tepat jam 00.00 seluruh anggota keluarga berkumpul dan berdoa (tradisi keluarga saat akhir tahun dan awal tahun) untuk mendoakan perjalanan hidup di tahun yang baru. Bubye 2008, welcome 2009.