Selasa, 25 Agustus 2009
Surat Dari Kekasih
Untukmu yang selalu Kucintai,
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu, bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.
Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang
indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu....
Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja...
Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekat mu.
Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk...
Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berfikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau
berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.
Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan
semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk
untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.
Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
sedikitpun menyapaKu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu
dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan,
tetapi engkau tidak melakukannya.....
Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan
Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu,
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV.
Aku tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak,
hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-
waktu untukKu dilupakan.
Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati
makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu
dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.
Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin
engkau masih belum menyedari bahawa Aku selalu hadir untukmu.
Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu,
ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.
Baiklah..... engkau bangun kembali dan kembali Aku
menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan
memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu...
Tapi yang Kutunggu ... ah tak juga kau menyapaKu.
Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi
kau masih tidak mempedulikan Aku.
Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada
pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU....
Apakah salahKu padamu ...? Rezeki yang Kulimpahkan,
kesehatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan
yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukurniakan,
kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKu ???
Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon
perlindunganKu, bersujud menghadapKu ... Kembali kepadaKu.
Yang selalu bersamamu setiap saat,
Tuhanmu....
:+: Khalil Gibran :+:
Selasa, 20 Januari 2009
A Journey to Bogor
Memanfaatkan longweekend di Bulan Januari dari tanggal 24 Januari - 26 Januari, daku ditemani oleh kolega kerja yang terdiri dari Kak Selvy, Bu Rina, Bu Citra sepakat tuk ke Bogor.
Sabtu, 24 Januari 2009: Berangkat dari Leuwi Panjang naik bis sekitar jam 14.30 WIB, dengan ongkos Rp. 40.000, diangkut oleh bis MGI. Nyampe di Bogor sekitar jam 17.00. Nyampe di Bogor disambut hujan, sempat bingung juga arah kemana nih ke penginapan. Setelah mendapatkan penerangan yang secukupnya, akhirnya naik angkot 09 dari Baranangsiang, nyampe juga di Raja inn di daerah Warung Jambu. Milih kamar yang family room di pojokan dengan room rate Rp. 150.000/malam bayar utk 2 malam. Nyampe di kamar, letakin barang langsung berangkat hunting makan malam yang berakhir di warung tenda seafood. Mesan kepiting saos tiram, udang asam manis, bawal saos padang. Semuanya uenak..uenak.. Ga tau kenapa disana ada yang ngeliatin banget, apa qta - qta dikirain selebritis yang norce yah.
Beres makan, langkah dilanjutkan menuju Ramayana Jambu dua, liat - liat ada apa aja disana dan suasananya. Disana sampai toko tutup dan di usir dengan halus dengan cara jalan keluar ditutup sampe muter - muter nyati pintu keluar (jadi malu...)
Pulang dari Ramayana naik angkot 09 menuju penginapan. Mandi, ngobrol, akhirnya sekitar jam 12 pagi akhirnya ngatur 1 tempat tidur king size disusun untuk ditiduri empat orang. Jam 2 pagi akhirnya semua terbang ke dunia mimpi.
Minggu, 25 Januari 2009 : Baru pada bangun jam 9 pagi, meleset 1 jam dari rencana semula. Mulai antrian mandi, akhirnya selesai jam 11. Tujuan pertama ke roti Unyil Venus untuk beli sekedar ganjel perut. Setelah melalui antrian, sekitar 1 jam kemudian baru deh dapet roti yang diinginkan. Tiap kali kesini masih blom ada perubahan di Venus, masih aja tetap menjengkelkan. Perjalanan dilanjutkan ke Tajur, liat - liat, cari ganjelan perut lagi yang akhirnya pilihan jatuh ke Bakso di depan Donattelo. Lanjutkan lagi window shopping di sekitaran Tajur. Trus lanjut ke Kebun Raya Bogor. Menikmati es krim sebelum masuk ke Kebun Raya Bogor. Menikmati Kebun Raya Bogor lengkap dengan pose - pose di spot - spot tertentu. Beres dari Kebun Raya Bogor perut laper lagi, diputuskan menuju De Leuit. Perjalanan menuju De Leuit sungguh panjang berliku - liku, sampai muterin jalan yang sama sampai 3 x sampai akhirnya diputuskan pindah angkot dari angkot 01 ke 09. setelah 2 jam muter - muter akhirnya baru bisa makan sekitar jam 4 sore. Pada mesen yang simpel nasi timbel ala De Leuit. Seperti biasa narsis mode di on kan sebelum dan sesudah makan wlo muka lusuh. Beres makan lagi - lagi menuju Ramayana. Sedikit belanja - belanji, terus balik lagi ke Seafood yang kemaren disambangi, abis enak sih. Nyampe kamar mulai deh ngeributin lagi giliran mandi. Beres mandi ngobrol lagi, sampai jatuh tertidur.
Senin, 26 Januari 2009 : Bangun jam 8 pagi, langsung giliran mandi. jam 9 pagi langsung menuju Venus tuk berburu oleh - oleh. Gile bener, udah sepagi gini, dari antrian yang masih sepi sampai antrian semakin banyak, masih aja pelayannya nyuekin wlo udah bolak - balik dipanggil. Setelah 2 jam kepanasan ngantri akhirnya dapet juga. Naik angkot no 10 menuju Stasiun kereta Bogor. Dapet Kereta keberangkatan jam 10.57. Kereta sudah ada langsung naik menuju Gambir. Nyampe Gambir sekitar jam 12.00 siang. Langsung menuju loket penjualan tiket kereta Parahyangan kebagian jam 13.30 dengan biaya Rp. 40.000. Sementara menunggu makan siang dulu di Hoka - Hoka Bento Gambir. Beres makan sekitar jam 13 naik kereta Parahyangan, jam 13.30 kereta pun beranjak meninggalkan Jakarta. Jam 17.0o kaki pun menginjak daratan Bandung lagi.
Jumat, 02 Januari 2009
Flashback Akhir tahun 2008
Menikmati Akhir tahun 2008
: Berangkat dari Bandung sekitar jam 8.30, lewat jalur selatan dengan jalur Bandung - Nagrek - Banjar - Yogya - Solo. Nyampe Solo sekitar jam 23.30 malam, langsung menuju penginapan di Jl. Slamet Riyadi. Fiuh..leganya setelah nyampe, mandi, tidur, hmmm nikmatnya setelah seharian dijalan.
Di Keraton Surakarta : Ki - Ka; Koko Didit, Ceu Beti, Tante, My Bro Yos,Willy, yang paling depan diriku
Kebo Bule berusia 40 tahun yang sudah buta di kandang sekitar alun - alun keraton Surakarta
Di Solo Square sambil makan malam : Ki - Ka ; Tante, Aq, My mom
Sekitar j. 10 pagi sekeluarga berangkat ke daerah Fajar Indah berkunjung ke keluarga yang berdomisili disana. Acara berlangsung dari jam 11 - 13, dari sana ngabring ke Rasa Mirasa, salah satu Resto yang menyediakan masakan Sunda. Beres makan langsung kembali ke hotel, mandi, langsung menuju kandang - kandang kebo bule (kebo albino) yang akan ikutan kirab di malam 1 suro. Kebo yang ada dikandang diantaranya berusia 37 tahun dan 40 tahun. Setelah puas melihat kebo - kebo bule berangkat lagi ke Laweyan Kampung Batik di Solo. Disana bisa lihat suasana Laweyan yang berkesan antiq karena bangunan yang ada mayoritas bangunan kuno, sambil menikmati koleksi batik yang ada disana. Ditemani oleh rintik - rintik hujan, panasnya kota solo sedikit berkurang. Seberes dari Laweyan lanjut ke Solo Square, salah satu mal yang ada di Solo. Setelah ngiter - ngiter mal, pulanglah menuju penginapan kembali, mandi dan berakhir di dunia istana kapuk.
